Di sebuah desa pelosok negeri di pinggiran hutan. Tinggalah sebuah keluarga miskin dengan satu orang anak laki-lakinya. Suatu hari sang Bapak pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar dan berburu untuk makan keluarga itu. Ketika pulang ternyata sang Bapak tidak pulang membawa kayu bakar atau hewan buruan seperti biasa, akan tetapi membawa pulang seekor kuda liar yang tertangkap oleh sang Bapak. Kuda yang bagus dan gagah. Maka gegerlah seluruh isi kampung. Hasil penangkapan itu menjadi bahan pembicaraan seluruh kampung. Seluruh isi kampung memberi uacapan selamat kepada keluarga miskin itu.
"Selamat pak, tidak semua orang bisa mendapatkan keberuntungan seperti anda." Begitu kira-kira yang diucapkan para tetangga yang datang.
"Terima kasih, terima kasih..! Begitulah sang bapak menanggapi dengan biasa tanpa menimbulkan kesan bangga apalagi sombong.
Beberapa hari kemudian sang anak laki-laki mencoba menaiki kuda hasil tangkapan bapaknya. Karena kudanya masih liar dan sang anakpun belum begitu mahir maka terjadilah kecelakaan. Sang anak jatuh dan kakinya terluka sehingga anak itu tidak bisa berjalan. Dan seluruh isi kampungpun kembali gempar. Seluruh isi kampung merasa iba dan kasihan melihat keadaan keluarga tersebut.
"Sabar saja pak, kecelakaan ini mungkin cobaan." Begitulah seisi kampung mencoba menghibur.
"Terima kasih, terima kasih!"Jawab sang Bapak seperti biasa saja tanpa ada kesan duka yang terlalu dalam.
Esok paginya di kampung itu kedatangan satu pasukan tentara kerajaan yang membawa berita bahwa Negara sedang perang dan saat ini membutuhkan banyak pasukan untuk dibawa maju ke medan perang. Maka dikumpulkanlah seluruh pemuda di desa itu untuk maju berperang. Karena anak sang Bapak miskin itu tidak bisa berjalan karena kakinya masih sakit maka anak itu menjadi satu-satunya pemuda yang tidak dibawa maju ke medan perang.
Sang Bapakpun bertanya-tanya. "Lantas di manakah beda antara keberuntungan dan kecelakaan?" Betapa hidup adalah rahasia.
Cerita di atas saya baca dari sebuah harian beberapa tahun yag lalu. Dari cerita di atas kita dapat renungkan betapa keberuntungan ataupun kecelakaan betapa tipis jaraknya. Keduanya ada melekat dalam hidup kita sebagai penyeimbang. Karena memang sejatinya hidup adalah dua hal. Ada siang ada malam, ada gelap ada terang, ada aksi ada reaksi.Dalam Fisika prinsip kesetimbangan adalah F = 0. Berapapun gaya yang bekerja, totalnya adalah Nol.Maka kenapa kita harus telalu bersedih dan mengeluh ketika kita "celaka"? Dan kenapa kita harus berbangga diri bahkan cenderung sombong ketika kita "Beruntung" ? Sebab "Keberuntungan dan kecelakaan" ada dan kita tak tahu mana yang datang terlebih dahulu untuk secara bergantian hadir mengisi kehidupan kita. Hidup adalah Nol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar